Friday, September 22, 2023

Usaha dan Kegagalan

Setelah kemarin aku menuliskan tentang Workshop Jakpreneur, di kepala aku sepanjang hari diisi dengan 'gila ya ternyata lama banget ga nulis dan ternyata nulis seasik itu ya, kayanya kudu ikut workshop menulis deh biar bisa bikin tulisan yang berbobot' 'eh gimana kalo abis ini aku harus mulai rajin nulis lagi?' dan pemikiran - pemikiran serupa berjejalan di kepala aku.

Sampailah di hari ini aku mau mengangkat suatu tema dari hidup aku dengan melihat konten terakhir di blogku ini. Cerita tentang bisnis dan kegagalan yang aku lalui 10 tahun terakhir ini.

Pas aku lihat postingan terakhir di blog ini aku jadi malu sendiri, karena di post itu aku berharap aku bisa menemukan ide usaha dengan harapan bisa maju dengan mengaplikasikan SEO yang udah dipelajari sebelumnya. Dan nyatanyaaaaaa.... ZONK! 😂 

Honestly gak ZONK banget sih, karena 5-6 bulan setelah postingan terakhir itu, masih di 2013 aku merintis usaha hijab yang saat hijab syar'i masih sangat susah dicari kecuali didalam komunitas - komunitas tertentu, biasanya hanya ditemukan offline dan warnanya pun masih terbatas, kebanyakan gelap dan gak fashionable. Disaat itu juga aku juga mulai berusaha tampil dengan hijab syar'i, jadi karena kebutuhanku juga, aku cari supplier hijab syar'i dan jualan secara online lewat Instagram dengan nama 'Ramadya Hijab Syar'i' MasyaaAllah Tabarakallahu, ternyata berjalan lancar, aku punya beberapa reseller di pulau jawa, sumatera, kalimantan dan sulawesi. Tapi karena terkendala modal yang mepet dan aku bener2 kerja sendiri, ditambah aku masih bantu mamaku rahimahullahu belanja kesana kemari seharian. Overwhelmed & keteteran, sampai akhirnya aku lelah sendiri dan ga dilanjut.
Saat mulai keok dan kalah modal dengan brand sebelah, akhirnya aku coba kegiatan lain, aku iseng - iseng bikin cemilan, seorang aku yang anak manja dari kecil sampai punya anak kecil jarang masuk dapur, kaget banget ketika mencampurkan terigu, air & telor, masukkan kedalam panci kukusan, tiba2 berubah jadi kue 😂 akhirnya aku semangat mencoba aneka cemilan 😂 dan aku sering posting hasil tanganku di FB, sampai akhirnya ada yang order untuk catering sekolah yang dia kelola, masyaaAllah akhirnya terciptalah Cemiland Homemade di tahun 2015.
Alhamdulillah usaha berjalan lancar, ngurus anak lancar, bantu usaha mamapun lancar semua berjalana beriringan. Tapi karena ada kesalahanku dalam pengelolaan keuangan, mamaku rahimahullah meminta aku untuk buka usaha Toko Bahan Kue saja dibanding bikin kue, karena tenaga sangat di forsir, penghitungan HPP n harga jual kurang teliti, dll dsb. Jadilah di akhir tahun 2015 aku berubah haluan jadi penjual Bahan Kue, aku beri nama dengan mendompleng usaha orangtua yang udah cukup legend di pasar ini, yaitu TOKO LASTRI LARIS. Bukalah toko bahan kue ini dengan modal awal sepenuhnya dari orangtua dengan perjanjian pengembalian modal 3-6 bulan kedepan. Dengan tertatih - tatih dan banyak belajar jatuh bangun usaha dijalani berbarengan dengan urus anak sekaligus masih bantu usaha orangtua, usaha ini sanggup bertahan sampai akhirnya lagi - lagi harus tutup di akhir 2020 karena tidak sanggup bayar kontrakan, modal abis, dagangan abis, ya ternyata aku memang masih perlu banyak belajar dari segala aspek.
Karena tidak ada pemasukan lagi selain dari bantu usaha orangtua, suami juga terlanjur resign di 2018, akhirnya kami nekat buka cafe to go, di rumah, hanya 1 petak rumah 3.5m x 3m kami jadikan dapur yang menyediakan menu - menu cafe dengan harga kampung, ya karena rumah kami masih di perkampungan. Dengan konsep take away, kami hanya menerima pemesanan lewat WA atau datang langsung dan dibawa pulang, tidak ada tempat untuk dine in. Maret 2021 kami buka Cemil and Go! dan alhamdulillah berjalan cukup stabil, cukup untuk menutupi kebutuhan sehari - hari. Tapi di agustus 2022 karena banyak ketidak jujuran antara aku dan suami, baru terasa efeknya di bulan ini, sering terjadi keributan juga dan akhirnya suami memutuskan untuk memindahkan usahanya ke daerah Pedati, dengan harapan pindah lokasi maka pendapatan akan lebih besar, walau saya sendiri agak antipati setelah melihat lokasinya. Dan benar saja ternyata perjalanannya terseok2, bulan november sayapun memilih pulang kampung ke kampung orangtua saya yang setahun sebelumnya memutuskan pensiun dan hijrah ke kota kelahiran mereka di Klaten. 
Sampai akhirnya februari 2023 aku coba buka lagi usaha sendiri dengan modal sangat amat terbatas, suami masih ditempat yang lama. Kami berjalan sendiri - sendiri. Aku membranding produkku dengan Cemiland yang hanya menerima orderan PO untuk Brownies, Kebab & Pasta. Berjalan 2 bulan, dan Allah SWT punya rencana, maret 2023 tepat di hari ke2 ramadhan, saat aku dalam perjalanan mengantar pesanan, aku mengalami kecelakaan sehingga tangan kiri akupun patah. Suami yang membantu dan mengurusku. Hari ini tepat bulan ke-6 setelah kecelakaan, alhamdulillah tanganku sudah 98% berfungsi normal kembali, tapi usahaku masih jalan tersendat - sendat karena tidak ada modal lagi dan tidak ada aset yg bisa dijual. Usaha suami sudah pindah ke Bekasi sejak april, tapi masih belum dapat hasil yang bagus. Kami masih menjalani prosesNya untuk terus mencari jalan rezeki yang terbaik dan kegagalan - kegagalan sebelumnya biar menjadi pelajaran untuk kami agar lebih berhati - hati lagi dalam mengelolah usaha terutama uang.

Saat ini suami berjualan Kebab & Burger di Bekasi, kadang pagi ikut Bapaknya untuk menawarkan dagangan ke agen2 di sepanjang jalan Cacing (Cakung Cilincing) - Marunda dengan motor. Sedangkan aku selain masih menerima PO Brownies, Kebab Frozen & Pastam, aku mencoba cari tambahan dengan mengikuti agency influencer atau sekedar ikut affiliate dari beberapa marketplace, semoga dengan tidak berhentinya ikhtiar kami Allah pertemukan kami dengan jalan Rezeki-Nya untuk menghidupi ke-4 anak - anak kami. Aamiin aamiin Allahumma aamiin

Wednesday, September 20, 2023

Workshop E-Smart Jakpreneur

3 hari kemarin aku mengikuti pelatihan E-Smart yang diadakan oleh Sudin PPUPKM DKI Jakarta. Berawal dari keisengan aku yang coba isi form registrasi di website Jakpreneur, aku lupa kapan tepatnya aku isi form registrasi, yang pasti sekitar 2 bulan lebih, karena sambil menunggu jadwal aku sempat pulang kampung sebentar untuk datang di acara pernikahan sepupu.

Di hari pertama pelatihan, aku bertemu dengan beberapa teman2 UMKM dari Kelurahan Duren Sawit, setelah aku crosscheck ternyata mereka didaftarkan langsung oleh Pembimbing Jakpreneur Duren Sawit, hanya aku saja yang daftar melalui web dari kecamatan ini. Aku gak masalah sih, karena emang niatku mengisi waktu luang dengan menambah ilmu & teman.

Hari pertama pelatihan E-Smart, ternyata kami diberikan 1 layanan website untuk online store dengan brand kami masing2, wah asik ya iseng2 ngisi waktu berhadiah webstore ini judulnya. Diawali dengan pengenalan singkat mengenai domain, website, hosting dll. Karena kebanyakan peserta UMKM kebanyakan sudah cukup umur ya, generasi milenial dan baby bloomers, jadi cukup jadi ilmu baru untuk para peserta. Jadi hosting yang kita dapat dari KUMI, untuk alamat website usaha aku sendiri adalah Cemiland sesuai dengan brand aku, mampir ya ke webstore baruku...

Selain perkenalan singkat tentang webstore, kami belajar materi marketing, yang terdiri dari 7Ps yaitu:
Product
Process
People
Price
Place
Physical Evidence
Promotions

Materi ini sudah pernah aku pelajari waktu kuliah, tapi dengan praktek langsung brainstorming dengan pelaku UMKM lain aku jdi punya banyak insight. Ya, aku belum sempat mempraktekkan ilmu marketing yang aku pelajari selama 4 tahun sampai mendapat gelar S.Ikom karena begitu selesai wisuda langsung dilamar *loh koq jadi ngelantur yaaa 😂 

Proses brainstorming dengan kelompok dalam membuat 7P's ternyata seru ya, karena kita punya pemikiran berbeda2 dan ketika kita cocok dengan satu keputusan kami merasa PD untuk mempresentasikannya.

Hari ke-2 diisi dengan pelatihan langsung bagaimana mengelola webstore yang sudah kita punya, para mentor sangat sabar dan detail menjelaskannya. Setelah belajar mengelola webstore, masuk ke materi selanjutnya yang sangat penting untuk marketing produk di era sosmed. Sedikit penjelasan mengenai Copywriting yang dipecah menjadi 3, yaitu:
1. Brand Copywriting
2. Marketing Copywriting
3. Content Copywriting

Intinya bagaimana sih kita membuat copywriting untuk konten sosmed kita agar pesan tentang brand kita tersampaikan ke masyarakat luas. Pada sesi ini dibagi kelompok lagi dan kami sama2 mencari kata2 copywriting yang pas untuk suatu produk, seru sih sesi belajar dengan praktek langsung begini otak jadi bergerak ga sekedar tangan mencatat penjelasan dari presentasi. Impactnya ke aku sendiri jadi lebih paham isi materinya dan bisa langsung aku apply ke instagram usahaku Cemiland

Hari ke-3, hari terakhir diisi dengan pengarahan dari KUMI tentang konfigurasi email yang cukup memakan waktu lama, tapi masyaaAllah mentor sangat sangat sabar n terus membantu satu persatu peserta yang bingung sampai akhirnya selesai semua. Sesi selanjutnya praktek langsung Product Photography dengan objeknya produk para peserta sendiri.

Sesi terakhir di hari terakhir, praktek langsung penggunaan Canva untuk membuat Brand, Marketing n Content Copywriting produk. Ternyata banyak juga yang belum tau tentang Canva, padahal aplikasi ini sangat amat memudahkan para UMKM untuk membuat content marketing baik dalam bentuk digital maupun nanti dicetak dalam bentuk flyers, sticker dll. 

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dengan para Mentor E-Smart & Perwakilan Dinas PPUPKM 

Aku yang selalu haus ilmu sangat amat merasa 'terpenuhi' dengan pelatihan 3 hari ini, semoga makin banyak peserta UMKM lain yang merasakan manfaat dari Pemerintah untuk memajukan UMKM Indonesia.

UMKM Indonesia. Maju! Maju! Maju!

My Wish List

  • Andromax V
  • Online Shop
  • Rumah Jajan Feeza Faza
  • Minimalis House
  • Suzuki Splash